Uncategorized



lukman sumadipraja

31 oktober

pembaca, anda punya komentar!

umur semakin tua, ditambah kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan membuat arah pergaulan kami berubah. sebagian dari kami mulai mencari pendapatan. ada yang mulai mencari kerja, sehingga rela hobinya ditinggalkan. semua sekarang mulai berpikir.

namun, tren sekarang yang paling kencang adalah “mencari cewek”. setiap habis kuliah langsung nongkrong mencari gadis yang berlalu-lalang, biasa goda-godain dikitlah. kebiasaan ini memang unik dahulu kami memang malu-malu jika bertemu teman-teman wanita atau gadis lain yang lewat. tapi sekarang kami berubah bahkan sampai berusaha untuk lintas fakultas semua itu dilakukan demi “mencari wanita”. wah, indahnya hidup. tiba-tiba nyali serasa bertambah dibanding dulu. hasilnya pun bisa dibilang memuaskan, ada yang sudah berhasil menggaet, ada yang sudah deket banget dan ampir berhasil, ada yang udah kenalan tapi malu-malu. hasil memang beragam tergantung usaha. kita lihat saja sampai kapan ini berlangsung.

ini dia foto sewaktu di foto di perkebunan teh MALABAR

akhirnya ikut juga himpunan. ini foto saat dilantik. ada tugas baru dan juga ada lingkungan baru

hati-hati dengan apa yang kamu inginkan? barang kali itu jauh dari yang kamu idam-idamkan

Toilet Wanita

Seorang pria yang sedang mengadakan perjalanan ke Eropa dengan pesawat terbang tiba-tiba ingin buang air. Akan tetapi setiap kali ia pergi ke toilet, selalu saja toilet itu terisi.

Seorang pramugari melihat keadaan ini, ia lalu menganjurkan pria tadi untuk menggunakan toliet wanita dengan catatan tidak menekan tombol-tombol yang ada di dekat toliet tersebut. Ternyata tombol-tombol itu memang ada didekat tissue, pada tombol-tombol itu tertulis huruf “WW” … “WA” … “PP” … “ATR” …

Karena penasaran, pria tadi tidak mengindahkan pesan sang pramugari dan mencoba untuk menekan tombol-tombol itu. Dengan hati-hati ia menekan tombol “WW” dan seketika air hangat menyemprot pantatnya … dalam hati ia berkata “Oh rupanya tombol ini berarti Warm Water (air hangat) untuk cebok … wah enak ya perempuan kalau ke toliet.” (more…)

Hingga kini, dunia masih terus mengenangnya. Tidak sedikit
tetes air mata mengalir tatkala mengingat kebesarannya. Malu
rasanya membandingkannya dengan keadaan kita saat ini. Rasa
haru seketika menyeruak kalau membaca kembali kisah-kisah
perjuangannya; ketika dengan penuh kasih sayang ia mengusap
darah suaminya seusai perang dan merawatnya dengan penuh
perhatian; saat ia mengambil air sendiri dengan berjalan
jauh hingga membekas di dadanya; begitu beraninya ia
menginap di rumah Rasulullah sementara ‘Ali suaminya,
menggantikan tempat tidur Muhammad SAW saat orang-orang
kafir Quraisy mengepung. (more…)

sebentar lagi, pemilihan ketua himpunan akan digelar. MUMAS pun sudah digelar untuk membicarakan hal yang akan dilakukan kedepan. dengan mengencangkan pondasi dasar organisasi lalu merencanakan langkah kedepan.

peran ketua tentu sangat penting bagi organisasi. kita tak hanya butuh pemimpin yang cinta almamater tapi juga punya jiwa dengan visi leadership yang kuat. sehingga bisa menumbuhkan rasa kerjasama dan saling percaya yang solid dengan seluruh anggota. himpunan sekarang bukan hanya harus berjalan, tapi harus dapat melangkah cepat mengikuti perkembangan dan persaingan luar.

tipe pemimpin seperti apa yang dibutuhkan himpunan saat ini? sejauh ini belum ada prasyarat baku. ada yang menyebut yang pantas jadi pemimpin adalah orang dalam yang tak perlu lagi diragukan lagi eksistensinya.

benarkah demikian? beberapa ketua yang lalu datang dari latar belakang seperti itu. tujuannya adalah agar organisasi tertib. prestasi masing-masing pemimpin pun telah banyak dicatat. namun terlepas dari itu semua, kita mesti berterima kasih atas semua jasanya terhadap organisasi. sejarah dan prestasi sebelumnya harus dilanjutkan. demi reputasi almamater.

menarik mendengar pendapat seorang rekan menyebutkan bahwa pemimpin yang dibutuhkan himpunan sekarang ini adalah yang memiliki jiwa enterpreneur. bukan pemimpin yang hanya bisa menggunakan namun juga bisa menghasilkan. sehingga dapat mandiri.

karenanya, seorang ketua harus dapat berperan ibarat CEO(chief executive officer) dalam perusahaan, yang menggerakan roda organisasi yang mampu menghasilkan keuntungan.

dengan langkah ini organisasi mampu berjalan normal. segala biaya operasional tak lagi mengandalkan bantuan PRODI. pendanaan organisasi bisa dilakukan dengan semua pihak baik itu anggota. tentu saja dengan sistem win-win solution.

Mimpikah berharap seperti ini? Di wilayah kita mungkin demikian, tapi banyak belahan dunia lain sudah bergerak maju.

sebagian orang ada yang berpikir bahwa ide tadi sedikit nyeleneh. secara sekilas seperti akan adanya komersialisasi. ide semacam ini banyak ditentang mahasiswa lain terutama dibidang pendidikan. lantas organisasi menjadi tempat mencari pendapatan lebih bagi orang didalamnya. pemikiran itu nampaknya akan selalu ada. maklum uang itu adalah hal yang sangat sensitif.

oleh karena itu, kebijakan harus didukung oleh perangkat organisasi yang mendukung pula. untuk mencegah hal itu ketua mesti membuat laporan keuangan yang jelas sehingga tidak memicu fitnah diluar.

semoga ada pemimpin baru yang punya kapasitas lebih dari yang sebelum-sebelumnya.
sambil mencari sang jenderal, pembinaan dan arah organisasi yang diarahkan jangan sampai salah arah.

Bagaimanapun, peningkatan citra dan prestasi harus tetap menjadi prioritas super bagi organisasi ini. Sejarah dan pencapaian prestasi masih di posisi terdepan jika melangkah ke wilayah luar. Karena itu, PRODI patut menopang denyut kehidupannya.

dengan keyakinan dan kemampuan kita mesti yakin bahwa organisasi bisa melanjutkan prestasinya. mari berkarya, membuat mimpi kita terwujud!

Dear teman-teman

Dengan semakin memburuknya kondisi ekonomi

Maka tingkat kejahatan belakangan ini meningkat tajam

Berita dikompas beberapa hari lalu:

Bulan april 2007, ke 2008: kejahatan meningkat 150%

Berikut beberapa catatan kejadian yang saya tahu: (more…)

ayao disini siapa yang hobinya ngegangguin orang, tungguin deh karmanya?

Next Page »