“apalah arti sebuah nama?” merupakan kutipan kalimat dari kisah cinta legendaris karangan Willian Shakespears dalam judul “Romeo and juliet”. bagi sebagian pihak mungkin setuju bahwa nama tidak ubahnya seperti sebuah ciri atau tanda saja. namun bagi pihak lain nama bisa menjadi memiliki arti yang cukup mendalam.22

lantas apa sih pengertian dari “nama” iru sesungguhnya. sejujurnya tiada yang salah mengenai berbagai pendapat dalam mengartikan nama itu. karena memang pendapat itu tergantung dari sudut mana melihatnya. boleh jadi nama itu akan menjadi sangat penting. coba anda tanya pada orang yang bergerak dibidang pemasaran atau promosi. nama akan menjadi sesuatu yang sangat penting agar sesuatu mudah dijual.
Namun, disisi lain nama memang tak ubahnya nama. sebagian hanya mengartikan itu hanya sebuah ciri pembeda saja. lantas kemana sih kita mau berbicara? ok, saya hanya ingin menulis tentang bis saat study tour. jika anda tertarik mari kita selesaikan ini.

21

mari kita mulai. bis yang digunakan pada saat study tour ada 3 buah. terdiri dari bis 1, bis 2 dan bis 3. pembagian kursi untuk tempat duduk ditentukan oleh peserta itu sendiri yaitu tergantung kapan waktu anda membayar. siapa yang bisa bayar lebih awal maka bisa memesan tempat. apakah ini tanda hukum rimba berlaku?. mungkin saja tapi mungkin panitia ingin agar para peserta segera membayar.

lantas apa reaksi peserta? ya, mungkin walau ada sedikit teriakan protes. namun semua akhirnya menyadari bahwa memang inilah yang berlaku.

oke kita langsung saja. anda tentu masih ingat jumlah bis kita yaitu ada 3 dan diberi nama 1,2, dan 3. lalu masalahnya dimana? mari saya beritahu, mungkin sebagian dari anda tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu ataupun tidak peduli. terserahlah, anda memang punya hak untuk itu.

jika diklasifikasikan berdasar tingkatan angkutan didunia transportasi. Bis 1 adalah bis eksekutif, bis 2 adalah bis bisnis dan bis 3 adalah bis ekonomi. ada yang menyebut, “anda terlalu buruk sangka”. mungkin jika didengar sekilas coba anda lihat dan rasakan saja sendiri. bagaimana suasana kenyamanan di bis 1 , bis 2 dan bis 3, sungguh berbeda. sudahlah saya tidak sanggup lagi menceritakan ini lagi.

terus apakah perbedaan ini servis ini membuat para peserta marah. tentu tidak, mereka sudah dewasa. mereka tak mau merusak study tour yang disebut-sebut bakalan yang terakhir ini dirusak. artinya semua gembira. namun alangkah lebih menyenangkan bila semuanya itu dalam bis dengan fasilitas yang sama. toh kita pun bayarnya sama, betul gak?. ya tapi memang ada benarnya juga sebagian dari kita ada yang telat bayar ataupun emang sudah diatur sedemikian rupa.

namun, saya yakin panitia sudah berusaha semaksimal mungkin. untuk memberikan hasil yang terbaik. ya, walaupun hasilnya seperti ini, mari kita apresiasi. semua senang, semua puas. kami pun tetap yakin bahwa tidak ada penggelapan dana, baik atau penggelembungan ataupun ada yang culas dan tega mengambil sebagian dana tanpa ijin. kami sudah merasa lelah untuk selalu berkomentar. kalaupun memang terjadi, mudah-mudahan dibukakan pintu hatinya untuk bertobat dan melakukannya lagi karena itu sungguh sangat melukai banyak pihak. seperti ADE bilang “pada intinya kita ini keluarga, maka perlakukan lah seperti saudara”.
akhir kata terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu kelancaran study tour kali ini.